Kerta Gosa terletak di tengah kota Kabupaten Klungkung, kira-kira 40 km ke arah timur dari Denpasar dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor sekitar 45 menit melalui Jl.Prof.Dr.Ida Bagus Mantra.
Arti & Sejarahnya
Kerta Gosa berarti tempat permbahasan segala sesuatu yang bertalian dengan situasi keamanan, kemakmuran serta keadilan wilayah kerajaan Bali. Siapa yang mempunyai ide serta pendiri dari pada Kertha Gosa tidaklah jelas. Namun menurut Chandra Sengkala yang terpahat pintu utama Puri Kertha Gosa sudah ada pada tahun Caka Cakra YuyuPaksi-paksi yang masing-masing bernilai 1,6,2,2. Jadi tahun 1622 Caka atau 1700 Masehi ketika I Dewa Agung Jambe sedang memerintah Klungkung Read the rest of this entry »
Citra yang paling menonjol tentang desa Celuk adalah sebuah desa obyek wisata kerajinan emas perak. Desa yang terletak di Kecamatan Sukawati, dengan lokasi desa yang sangat strategis sekitar 10 km ke arah timur laut dari Denpasar, desa Celuk berada dalam jaringandesa-desa pengerajin yaitu desa Batubulan, desa Batuan, desa Mas.
Hasil kerajinan emas dan perak yanag dihasilkan di desa Celuk memiliki kualitas yang bermutu tinggi serta mampu memproduksi dalam kuantitas yang besar. Hampir semua keluarga dan penduduk desa Celuk terampil dan seni dalam Read the rest of this entry »
Desa Trunyan merupakan sebuah desa kuno di tepi danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa ini merupakan sebuah desa Bali Aga, Bali Mula dengan kehidupan masyarakat yang unik dan menarik Bali Aga, berarti orang Bali pegunungan, sedangkan Bali Mula berarti Bali asli. Kebudayaan orang Trunyan mencerminkan satu pola kebudayaan petani yang konservatif.
Berdasarkan folk etimologi, penduduk Trunyan mempersepsikan diri dan jati diri mereka dalam dua versi. Versi pertama, orang Trunyan adalah orang Bali Turunan, karena mereka percaya bahwa leluhur mereka ‘turun’ dari langit ke bumi Trunyan. Terkait dengan versi ini, orang Trunyan mempunyai satu mite atau dongeng suci mengenai asal-usul penduduk Trunyan adalah seorang Dewi dari langit. Read the rest of this entry »